Amerikana: Pendekatan Melalui Film Indonesia

Penulis : Sirpa – Kali Pornia

BETAPA sejuk hati ini, ketika membaca berita tentang Festival Film Mini Indonesia yang berlangsung di Amerika pada (25 s/d 27-2013), di VOA – Voice Of America.


Event tersebut berlangsung di salah satu bioskop terkemuka dan termasuk landmark di Ibukota Negara AS ini E Street Cinema dan peresmiannya dibuka oleh Dubes RI untuk Amerika Dr. Dino Patti Djalal. Turut hadir sebagai undangan dari kalangan pemerintah AS, kalangan diplomatik, pemerhati dan kritikus seni, pengusaha serta masyarakat Amerika.

E Street Cinema jaraknya hanya sekitar 2 milles dari Kantror Kedutaan Besar RI yang terletak di Massachusets Ave, Washington DC. Jadi kalau kita naik public transportation cuma memakan waktu sekitar 10 menit.

Tiga buah film nasional yang yang dinilai mempunyai bobot berkualitas tinggi untuk mengisi acara festival ini ialah:

  • Lovely Man (2011)
  • Janji Joni (2005)
  • Sang Penari / The Dancer (2011)

Bagi Anda yang menetap di tanah air, tentunya sudah terlebih dahulu menonton ketiga film tersebut dibandingkan dengan film lovely Man dan Sang Penari, maka film Janji Joni itu sudah terbilang lama perilisannya,  yaitu pada tahun 2005 .

Mari kita lihat, apa saja kekuatan suguhan ketiga film yang digadang-gadangkan sebagai pendekatan kita (baca: pemerintah cq Deplu ) kepada publik di Amerika dalam memberikan citra atau warna tersendiri dari masyarakat kita.

Ajang Festival Film Mini Indonesia ini, merupakan terobosan pertama kalinya yang dilakukan KBRI Washintgon, DC. Pokoknya saya salut banget dengan kerja keras Pak Dubes kita yang satu ini.

Lovely Man

Sutradara     : Teddy Soeriaatmadja (masuk nominasi Sutradara terbaik FFA utk film Lovely Man)
Aktor/ aktris: Donny Damara (Aktor Film Terbaik se-Asia ), Raihaanun

Sinopsis:

Cahaya (Raihaanun), gadis pesantren, pergi ke Jakarta untuk mencari bapaknya, Syaiful (Donny Damara), yang meninggalkan rumah ketika Cahaya masih berusia 4 tahun. Setibanya di ibukota, Cahaya menemukan bapaknya jauh dari harapannya. Syaiful ternyata setiap malam bekerja sebagai waria dengan nama Ipuy. Mereka berdua pun berjalan menyusuri jalanan ibukota semalaman, mencoba menemukan kembali ikatan keluarga yang sudah lama hilang.

Kisah transjender yang dituang kedalam layar putih ini sempat mendapat kecaman keras oleh Ormas FPI ( Front Pembebasan Islam), yang rajin sekali memantau pola hidup dan aktifitas kaum LGBT ini dan tak sungkan-sungkan kerap melakukan sweeping kaum LGBT yang akan berkonferensi dan sebagainya.

Janji Joni

Sutradara     : Joko Anwar
Aktor/aktris : Nicholas Saputra, Mariana Renata, Rachel Maryam, Surya Saputra, Dwiki Riza.


Walaupun film ini dirilis pada tahun 2005, yang mengisahkan ulet nya seorang loper film yang masih perjaka, bernama Joni (Nicolas Saputra) yang selalu on time dan reliable dalam mendelivery rol-rol film dari satu gedung bioskop ke gedung bioskop yang lainnya. Disamping ulet, Joni juga berperangai sebagai orang baik hati dan suka menolong serta selalu menepati janji.

So pasti, gagasan pemerintah kita sempat menyempilkan misi, bahwa insan Indonesia itu bukanlah kaum pemalas bekerja melainkan sebaliknya, pekerja ulet dan berbudi pekerti yang baik.

Saya ingin bertanya kepada Anda. Pernahkah Anda menonton film cowboy yang settingnya orang Mexico sedangleyeh-leyeh, sambil terkantuk-kantuk dan ketiduran menikmati siesta …

Seperti orang bambungan tak punya kesibukan lainnya selain bermalas-malasan? Itulah image yang tak sedap bagi orang Mexico atas kebablasan informasi yang salah.

Sang Penari/The Dancer
Sutradara    : Ifa Isfansyah
Aktor/aktris : Prisia Nasution , Oka Antara , Dewi Irawan, Slamet Raharjo, Tio Pakusadewo.

Didalam Festival Film Indonesia tahun 2011 yang lalu, film ini memenangkan 4 buah Piala Citra untuk kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Ifa Isfansyah), Pemeran Utama Wanita Terbaik ( Prisia Nasution) dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik ( Dewi Irawan ).

Ronggeng itu tidak hanya perkara urusan menari, tapi juga urusan kasur, dapur dan  sumur.

Menurut pendapat pribadi saya, masuknya pesan yang ditayangkan bahwa paham Komunisme akan gampang tumbuh di dalam masyarakat yang sedang menderita kelaparan, kemiskinan maupun tindakan semena-mena para tuan tanah yang serakah.

Sebagian politikus di Indonesia pun beranggapan bahwa Teori Domino yang dicanangkan oleh Presiden Eisenhower, bahwa paham Komunis akan merembet ke Indonesia dan membuat negara kita ini jatuh ketangan Komunis, ternyata teori tersebut dinyatakan tidak tepat!

Tentara Nasional kita yang dibantu sepenuhnya dengan dukungan rakyat seluruh Indonesia, sudah berhasil melumpuhkan kekuatan paham Komunis yang ditakuti oleh pihak Barat.

Rasus (Oka Antara) berjumpa dengan Srintil (Prisia Nasution) sekembalinya dari operasi penumpasan pemberontakan Gestapu/PKI di daerah Jawa Tengah. Dilain adegan, yakni adegan ‘Bukak Klambu’ dimana Srintil melakukan ritual akhir sebelum resmi dinobatkan sebagai Ronggeng sejati. Ia harus menjual keperawanannya kepada penawar tertinggi. Menurut saya ini seperti ada unsur human traffickingnya.

Adegan ‘Bukak Kelambu’ dalam film Sang Penari

Walaupun Festival Film Mini Indonesia baru kali pertama diadakan dan seukuran mini,  tapi dapat mengenai sasarannya dengan baik,  yaitu memberikan pandangan tentang kebebasan sineas didalam era keterbukaan di Indonesia saat ini, sehingga  dapat memberikan peluang kolaborasi antara insan perfilman Amerika dan Indonesia dimasa mendatang.

Aktor Nicholas Saputra, pemeran utama film Janji Joni pun ikut hadir dalam acara pembukaan Festival Film Mini Indonesia.

Tengkyu atas prakarsanya yah Mr.Ambassador!

Terimakasih sudah membaca.

Sumber : www.voaindonesia.com/content/tiga-film-meriahkan-festival-film-indonesia-di-washington-dc/1629295.html 

About windmill

Seorang hamba Allah SWT yang terus berusaha bersemangat dalam menjalani hidup. Suami yang berusaha untuk setia dan bertanggungjawab. Ayah yang berusaha menyayangi dan menjadi teladan.
This entry was posted in Repost. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s