Ijab Kabul Jarak jauh

Penulis : Sirpa – Kali Pornia 

Jangankan hanya di seberang lautan, antar benua pun sesuatu yang dulunya, kini bisa menjadi kenyataan. Jarak yang membentang ribuan kilometer jauhnya pada dewasa ini sudah bukan lagi aral melintang.

Semua kesulitan itu, di era tekhnologi canggih dewasa ini menjadi lebih mudah. Manusia sudah bisa mengirim pesawat drone -pesawat tanpa awak, yang isinya bom berdaya ledak kuat ke daerah pertahanan musuh. Pesawat itu pun tak lagi membutuhkan manusia, tapi cukup dikendalikan dengan remote control dari jarak jauh ribuan kilometer.

Sekarang kita pun sudah bisa bercakap-cakap lewat telepon atau ber-teleconference sambil melihat wajah seseorang yang ada di suatu tempat yang berbeda (skype).

Namun kemajuan teknologi ini pun, selain membuat segala urusan menjadi lebih mudah, juga merubah budaya manusia. Salah satunya yang menarik, ketika kemajuan teknologi ini masuk ranah hubungan cinta sakral, seperti upacara pernikahan.

Misalnya, dua insan yang tengah bersepakat menjalani hidup bersama, sehidup semati, dapat melangsungkan pernikahannya di Amerika Serikat, sementara orangtua mereka berada di Indonesia.

Dulu penulis pernah membaca kisah perkawinan yang sudah diakui keabsahannya oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan: Surat Keputusan Nomor 1751/P/1989 tertanggal 18 Mei 1990. Surat itu sebagai bukti resmi pernikahan antara putri Prof.Dr.Baharuddin, yaitu Dra.Nuraini di Jakarta dengan Drs. Ario Sutarti di Bloomington di negara bagian Indiana, Amerika Serikat.

Rupanya hal itu merupakan suatu terobosan yang sudah dirintis dalam mengatasi persoalan pernikahan yang akan dilangsungkan secara jarak jauh.

Baru saja lewat beberapa minggu lalu, di Radio VOA ada obrolan yang menarik. Mari kita simak bincang-bincang yang dilakukan oleh Radio VOA(Voice Of America) Gondangdia (hahaha … yang ternyata diplesetkan dari GOyaNg DANGdut DImancanegarA) dengan Sri Wahyuni atau yang lebih familiar disapa Yuyun. Yuyun adalah seorang mahasiswi Indonesia yang tengah studi dan menetap di Ohio.

Obrolan ala warung kopian di radio VOA ini sudah mengudara pada 22 Oktober 2012 . Inilah “sebagian” dari obrolan mereka bertiga:

 

intro:

Assalamu Alaikum …. hallo apa kabar teman dangdut .
Seperti biasa dari VOA di Washington, saya Ronan DC dan Sri Hanung Pertiwi, di VOA Gondangdia, goyang dangdut di mancanegara

Sri:  Bang ...

Ronan: Kenape Sri?

Sri: Pernah denger nikah jarak jauh?

Ronan: Pernah ….Kenape Sri?

Sri: Nggak pa pa sih, tapi hari ini kebetulan ini ada teman kita yang mau berbagi cerita tentang nikah jarak jauh, Bang

Ronan: Ooo… begono

Sri: Maksudnya dia dan suaminya ada di Amerika. tapi orang tua nikahin mereka dari Indonesia

Ronan: Wah, gimane caranya tuh?

Sri: Nah, silahkan Yun

Yuyun: Saya , Sri Wahyuni dari Kalimantan Timur. kuliah di Ohio University.

Ronan: Yun, sebelum cerita mengenai nikah jarak jauh boleh nggak kasih tau, apa aja sih urusan administrasinya kalo nikah di Amerika?

Yuyun: Administrasinya itu … pertama kita ngurus ke Islamic Center yang nikahkan. Jadi kami diminta ngasih passport Indonesia sama pass photo. Isi data untuk meminta orang Islamic Center untuk menjadi saksi di pernikahan kami, dan mereka keluarkan Surat. Lalu Surat ini nanti dikirimkan ke ISNA ( penulis : ISNA = Islamic Society of North America ). Jadi ISNA akan ngeluarkan Surat untuk kekuatan hukum di Islam nanti dibawa ke Indonesia.

Terus untuk yang urusan negara, kami juga menikah negara di sini. kemarin kami ke Mayor Office. kami dinikahkan oleh Walikota dengan syarat-syarat administrasinya di Islamic Center itu nggak ada. Di kantor Walikota biaya pendaftaran nya $ 50.00

Sri: Terus gimana tuh rasanya nikah di Amerika?

Yuyun: Rasanya aneh. Bagi saya pengalaman yang pertama sekaligus jauh dari orang tua gitu. Terus ditengah-tengah teman-temen yang sebagian dari mereka itu bukan orang-orang Indonesia dan tidak beragama Islam. Jadi rasanya ‘nyampur-nyampur banget.

Ronan: Ooo, begono .. yeee… nah, sekarang ceritain deh mengenai nikah jarak jauh nya

Yuyun: Tadinya melihat teman-teman mahasiswa dari Timur Tengah. Mereka juga menikah melalui media Skype. Jadinya saya kepikiran juga bagaimana kalau lewat Skype aja ya …
Setelah diskusi-diskusi dan diskusi dengan keluarga, semuanya setuju lewat SKYPE. Masalah selanjutnya apakah di rumah hanya mewakilkan bapak saya di Indonesia. Takutnya nanti kalau menikahkan. kan kalau secara Islam, Kalimat Akad nya nggak boleh terputus antara dari walinya kemudian dari mempelai laki-lakinya. Jadi ada dua plan,  yaitu plan A dan Plan B.

Plan A, lewat jaringan Skype itu Bapak yang nikahkan kemudian disambung oleh Nanang (Calon suami Yuyun, Penulis) di sini lewat Skype juga dengan saksi orang-orang yang ada di sini. Mas Nowo serta teman-teman lainnya.

Sedangkan Plan B, misalkan jaringan tiba-tiba terputus dan Kalimat Akad ndak nyambung, itu kami siapkan juga surat bermaterai di rumah kalau beliau mewakilkan wali nya dengan keluarga yang ada di sini. Alhamdulillah plan A nya work jadi nya nggak perlu ke Plan B.

Sri: Tapi kenapa nggak nunggu sampai lulus dulu? udah nggak tahan yah …?

Sri & RonaHihihihihi ( tertawa berderai )

Catatan:

Percakapan antara Sri, Ronan dan Yuyun sebenarnya masih agak panjang, tapi sengaja penulis cukupkan ” rekaman ” nya, mengingat topik pembicaraan mengenai nikah jarak jauhnya sudah cukup jelas.

Demikianlah, kisah dua anak manusia Yuyun dan Nanang yang keduanya berdomisili di Amerika –ortunya Yuyun tinggal di Jakarta. Kedua insan ini diibaratkan sudah berhasil menerobos tembok permasalahan tentang bagaimana melakukan pernikahan jarak jauh lewat Skype, yangnota bene bahwa jarak waktu antara Ohio di Amerika dengan Jakarta itu terpaut 11 jam. Itu artinya bagaikan antara sore di Ohio, tapi masih dini hari di Jakarta.

Happily ever after deh kisahnya …

Terimakasih sudah membaca.

Note: Tulisan ini telah tayang sebelumnya di Kolom Kita

About windmill

Seorang hamba Allah SWT yang terus berusaha bersemangat dalam menjalani hidup. Suami yang berusaha untuk setia dan bertanggungjawab. Ayah yang berusaha menyayangi dan menjadi teladan.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s