September ( kadang kala ) Tak Selalu Ceria

Penulis : Sirpa – Kali Pornia 

Ucapan selamat ulang tahun agak deras mengalir di komunitas kita (Kolom Kita –KoKi) pada bulan September ini. Ucapan itu ditujukan kepada Moderator KoKi dan KoKiers lainnya si Uwil Lasary yang jelita. Lasary jelita yang berlokasi disamping pangeran atau Wati Ich liebe dich (nickname ini adalah boleh minjam pemberian nama oleh Bu Moken dalam artikel Festival KoKi ).

Wati yang berdiam di “Jejer Kauman” di negeri tempat tinggalnya nona Fraulein, adalah yang secara imajinasi dikisahkan dalam bentuk lagu yang amat indah dan ceria. Lagu itu bahkan pernah ‘ngetop‘ di sekitar tahun 57-an …. ( hehehe, walau lagu Fraulein ini jadoel amat, tapi masih enak dikuping, karena rada-rada ngenes )

Nah, lain di komunitas ini lain pula di Amerika. Belum lama ini warga Amerika menundukkan kepala untuk menghormati peristiwa gugurnya ribuan penduduk kota New York. Termasuk yang menjadi korban adalah para petugas pemadam kebakaran dan paramedik lainnya yang terhimpit maupun terjebak dalam gedung pencakar langit ( the twin towers) yang terbakar dan ambruk akibat ditabrak oleh pesawat secara bertubi-tubi.

Eeeee… belum saja peringatan perist/iwa tragedi sebelas tahun yang silam ini usai, kini pemerintahan Barack Obama dikejutkan dengan terbunuhnya Duta Besar Amerika, Chris Stevens dalam suatu riot atau amok yang terjadi di lokasi konsulat Amerika di Benghazi, Libya

J. Christopher Stevens, second from right, pictured in Tripoli, Libya, in June 2012

Setelah mengetahui lebih jauh, ternyata Chris Steven yang menapak karir menjadi Duta Besar ini juga adalah warga dari Kalipornia yang pernah bertugas mengajar bahasa Inggris dikala ia menjadi tenaga relawan Peace Corps di Maroko .

Kuceritakan berita kejadian tragis yang menimpa Chris Steven ini kepada istriku yang dulunya ia juga pernah terdaftar menjadi anggota Corps ini. Walaupun ia sendiri tanpa mengenal siapa sosok Chris ini …

Wajah bini ku langsung terlihat berduka. Kesedihannya terekpresi jelas. Maklumlah sebagai “teman” sesama satu korps, pasti ada ikatan batin nya.

May his soul Rest In Peace ….

Kokiers , terima kasih sudah membaca

Salam hangat 

Note : Tulisan ini ditayangkan sebelumnya di Kolom Kita

About windmill

Seorang hamba Allah SWT yang terus berusaha bersemangat dalam menjalani hidup. Suami yang berusaha untuk setia dan bertanggungjawab. Ayah yang berusaha menyayangi dan menjadi teladan.
This entry was posted in Repost, Teropong Negeri Emas. Bookmark the permalink.

2 Responses to September ( kadang kala ) Tak Selalu Ceria

  1. sirpa09 says:

    Mas Windmill, thx ya artikelnya bisa mejeng disini … salam hangat selalu

    • windmill says:

      Dear Om, jujur saya penggemar berat tulisan om dan saya banyak belajar dari Om Sirpa. Ditunggu karya-karya lainnya om. Semoga bisa jadi pelajaran berharga bagi kami yang membacanya.
      Regards

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s