Time Goes Wherever You Are

Seorang motivator asal Amerika bernama Denis E. Waitley pernah berkata, “Time is an equal opportunity employer. Each human being has exactly the same number of hours and minutes every day. Rich people can’t buy more hours. Scientists can’t invent new minutes. And you can’t save time to spend it on another day. Even so, time is amazingly fair and forgiving. No matter how much time you’ve wasted in the past, you still have an entire tomorrow.”

Di lain pihak, seorang Profesor Manajemen dari University of New Orleans bernama Michael LeBoeuf berkata,“Waste your money and you’re only out of money, but waste your time and you’ve lost a part of your life”.

Ibarat sungai yang terus mengalirkan air, dan air tersebut berlalu tanpa pernah dapat kembali atau terhenti. Itulah waktu yang terus bergulir tanpa henti, bahkan sering kali kita terlupa bahwa waktu telah menghanyutkan kita dari suatu titik menuju titik yang lain dalam sebuah proses yang sering disebut tumbuh. Sesaat lalu mungkin sempat terfikir bahwa seakan-akan baru kemarin kita melewati masa kecil lalu kemudian terhenyak akan usia kita saat ini. Begitu banyak kisah dan kenangan telah tercipta, susah dan senang datang silih berganti, duka dan gembira hadir memberi warna tersendiri dalam album kehidupan setiap individu.

Kehidupan manusia ibarat sebuah perjalanan di atas sebuah garis hidup yang dimulai dari suatu titik bernama kelahiran menuju ke titik lain bernama kematian. Tak seorangpun dari manusia yang mengetahui di titik manakah akhir perjalanannya. Beberapa manusia berakhir di sebuah titik yang tragis, memilukan, atau mungkin dalam kondisi yang sangat tidak baik. Namun tidak sedikit pula manusia yang berakhir di sebuah titik dengan menyisakan kenangan indah, menorehkan tinta emas dalam catatan sejarah, bahkan namanya dikenang hingga akhir jaman.

Pada hakikatnya setiap manusia memiliki 24 jam waktu yang sama di setiap hari dalam hidupnya, sebagian mampu memanfaatkan waktu tersebut dengan baik dan sebagian lain menghabiskannya dengan sia-sia. Di setiap detik waktu selalu ada pilihan hidup yang harus dipilih oleh setiap manusia, dan ini merupakan bagian dari sebuah proses perjalanan manusia dalam menjalani kehidupannya di muka bumi.

“Time is free, but it’s priceless. You can’t own it, but you can use it. You can’t keep it, but you can spend it. Once you’ve lost it you can never get it back” – Harvey MacKay

Waktu sangat penting dalam kehidupan manusia sehingga seringkali dianalogikan atau dikaitkan dengan suatu hal yang penting, berikut adalah beberapa analogi manusia terhadap waktu terkait pada peranan waktu dalam kehidupannya:

1. Waktu adalah modal
Jika waktu adalah modal, maka modal manusia dalam menjalani kehidupannya adalah sama. Kenyataannya ada manusia yang menjadi seorang presiden, seorang pengemis, atau seorang penjahat. Manusia memiliki 24 jam waktu yang sama setiap harinya, dan dengan modal itu pula manusia memiliki hak yang sama untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat atau sia-sia.

“Time is money” – Benjamin Franklin

2. Waktu adalah pembatas
Waktu menjadi pembatas atas sebuah peristiwa/kejadian satu dengan lainnya dengan sebutan durasi, dimana dalam suatu peristiwa selalu akan ada awal dan akan ada akhir. Dengan batasan waktu inilah manusia dipaksa untuk mampu memulai dan mengakhiri suatu peristiwa dalam hidupnya dengan baik, karena durasi kejadian atau peristiwa tidaklah sama, maka manusia harus siap menjalaninya dengan melakukan yangterbaik lalu manusia harus bersiap menghadapi peristiwa berikutnya.

“We must use time wisely and forever realize that the time is always ripe to do right” – Nelson Mandela

3. Waktu adalah pedang
Akankah waktu berhenti sejenak walau sedetik? Faktanya, waktu tidak henti-hentinya bergerak maju dan tidak akan pernah bergerak mundur ataupun memperlambat gerakannya. Oleh karenanya tidak ada pilihan lain bagi manusia selain terus bergerak maju seiring waktu. Mana kala kita berjalan perlahan atau bahkan diam, maka kita akan dilibas oleh sang waktu.

Disinilah letak perbedaan mencolok antara manusia yang berhasil berlari lebih cepat dari sang waktu dan manusia yang dilibas oleh waktu karena berlari pelan atau diam yang kemudian divisualkan dalam sosok manusia berhasil atau manusia gagal. Oleh karena itu tidak ada pilihan lain selain berlari dan terus berlari hingga kita tak mampu lagi berlari, karena hanya manusia yang masih hidup yang mampu berlari.

“You may delay, but time will not” – Benjamin Franklin

4. Waktu adalah solusi
Tidak jarang manusia dalam hidupnya menghadapi sebuah permasalahan yang berat dan tak mampu diselesaikan dengan baik, lalu seiring dengan berjalannya waktu manusia tiba-tiba menemukan jawaban atas permasalahannya tersebut. Terkadang dengan berjalannya waktu pula manusia mampu melupakan rasa sakit hatinya atau membiarkan waktu menjawab semuanya.

Sudah menjadi janji Tuhan bahwa bersama kesulitan itu ada kemudahan, cepat atau lambat Tuhan akan berikan jawabannya, hanya waktu yang mampu membawa solusi tersebut. Maka bersabar dan terus bergerak adalah lebih baik daripada terus meratapi sesuatu yang tengah atau telah terjadi.

“Only time can heal your broken heart. Just as only time can heal his broken arms and legs” – Jim Henson

5. Waktu adalah sebuah proses                                                                                                             Seiring dengan berjalannya waktu, secara biologis manusia akan terus mengalami pertumbuhan secara fisik. Kenyataannya, pertumbuhan manusia secara fisik tidak selalu dibarengi dengan pertumbuhan secara mental. Peribahasa mengatakan ”Menjadi tua itu adalah kepastian, namun menjadi dewasa adalah suatu pilihan”.

Waktu akan membuat manusia mampu belajar tentang hidupnya, sehingga seiring dengan berjalannya waktu seorang manusia akan tumbuh menjadi manusia matang.

“But time growing old teaches all things” – Aeschylus

6. Waktu adalah album kehidupan
Disetiap detik hidup manusia selalu saja ada aktifitas yang dijalaninya, maka disetiap detik waktu yang berlalu selalu akan ada kenangan yang tercipta. Dan menjadi hak setiap manusia untuk menghiasi album kehidupannya dengan hal yang baik atau dengan kesia-siaan.

“All photographs are memento mori (remember your mortality). To take a photograph is to participate in another person’s (or thing’s) mortality, vulnerability, mutability. Precisely by slicing out this moment and freezing it, all photographs testify to time’s relentless melt” – Susan Sontag

Legacy
Apapun istilah yang disematkan manusia terhadap waktu, selalu mengarah pada betapa pentingnya waktu itu bagi kehidupan setiap manusia. Hakikat perjalanan waktu adalah penghitungan mundur durasi hidup manusia di muka bumi, hingga pada akhirnya manusia mencapai titik akhir timeline hidupnya sesuai dengan masa kontrak hidup yang telah ditetapkan Tuhan padanya.

Baik dan buruk perjalanan hidup manusia akan menjadi suatu warisan yang kelak ditinggalkan seseorang untuk dikenang oleh manusia lainnya. Baik dan buruknya kenangan tersebut ditentukan saat ini, karena saat ini adalah waktu hidup kita. Masa lalu adalah kenangan, masa kini adalah usaha dan doa, masa depan adalah cita-cita dan harapan.

Mari kita simak lirik lagu berikut :

“Time goes wherever you are,
time is your guiding star
That shines all through your life,
makes you feel and move”
[Helloween – Windmill]

Windmill – Time goes wherever you are

About windmill

Seorang hamba Allah SWT yang terus berusaha bersemangat dalam menjalani hidup. Suami yang berusaha untuk setia dan bertanggungjawab. Ayah yang berusaha menyayangi dan menjadi teladan.
This entry was posted in Repost, Teropong Negeri Emas. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s