JUST BE

Anda, saya, dan mungkin seluruh manusia di dunia pasti senang mendengarkan lagu. Bagi saya pribadi, lagu tidak hanya dapat menghanyutkan emosi dikala mendengarkan iramanya, tetapi kedalaman lirik lagu juga mampu merubah cara berpikir manusia untuk turut larut kepada pesan yang tersirat dalam lagu itu sendiri.

Dalam artikel ini saya ingin mengulas sebuah lagu yang menurut saya memiliki pesan yang sangat dalam, salah satu karya dari Tiësto yang telah membuat saya berfikir kembali tentang makna kehidupan. Mari kita simak kutipan lirik berikut ini lalu kita perhatikan makna apa yang mungkin dapat kita ambil sebagai pelajaran :

“You can travel the world but you can’t run away
From the person you are in your heart
You can be who you want to be
Make us believe in you
Keep all your light in the dark
If you’re searching for truth
You must look in the mirror
And make sense of what you can see
Just be”

< Tiësto – Just Be>

Kenali dirimu

Pernahkah terbesit sekali saja dalam pikiran kita akan sebuah pertanyaan “Siapa saya?”, jika pernah maka apakah sudah diketemukan jawabannya? Beberapa dari kita mungkin menjawab bahwa saya adalah seorang karyawan atau bos (ketika sedang berada dikantor), sebagian lagi menjawab saya adalah seorang suami atau ibu rumah tangga (ketika sedang berada di rumah), sebagian lagi menjawab saya adalah seorang anggota perkumpulan (ketika sedang berada disebuah klub). Kesemua jawaban atas pertanyaan ini bervariasi namun tidak pernah mampu menjawab secara tepat, dikarenakan jawaban tersebut dilandaskan pada profesi tiap-tiap individu manusia yang berbeda satu sama lain.

Adakah sebuah jawaban yang mampu mewakili semua manusia di dunia? Sebelum menjawabnya, mari kita bersama merenung, mengapa kita hidup di dunia? Hidup dengan pelbagai kondisi kehidupan, beraneka ragam permasalahan hidup, dan tanggung jawab pada kehidupan diri dan keluarga.

Mari kita perhatikan, pada hakikatnya fase kehidupan manusia di dunia adalah sama yaitu lahir, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua, dan mati. Sebuah siklus hidup yang sangat alamiah, terkadang seleksi alam pun berlaku ditengah siklus tersebut dimana manusia mati sebelum sempat mengalami tua. Lantas, apakah hidup manusia semata-mata hanya untuk bertahan hidup, tumbuh dan berkembang biak saja?

Ternyata dari semua mahluk hidup yang mengalami hidup di dunia, hanya manusia yang mampu menguasai seluruh elemen kehidupan berupa air, udara, tanah, dan api. Itulah sebabnya manusia menduduki puncak tertinggi dari piramida ekosistem. Maka pantaslah jika manusia menjadi pemimpin bumi dan berhak mengelola semua kekayaan alam serta menjaga kelangsungan hidup biodiversity bumi.

Sebagai pemimpin di bumi, manusia memiliki potensi berupa akal dan hati. Kedua potensi inilah yang kemudian membuat manusia mampu meningkatkan kualitas hidupnya dengan memanfaatkan alam secara bijak.Penggunaan hati oleh manusia ini kemudian membuat manusia berpikir ulang akan suatu kekuatan yang maha dasyat, karena ternyata manusia menyadari akan keterbatasan kemampuannya dalam menjalani kehidupan.

Disadari atau tidak, seorang manusia tidak akan pernah mampu mengatur agar jantungnya tetap berdenyut sehingga darah terus mengalir ke seluruh tubuhnya, manusia tidak akan pernah mampu menafkahi seluruh mahluk hidup di dunia ini walaupun ia seorang yang kaya raya, dan bahkan manusia tidak pernah mampu menentukan siapa jodoh hidupnya. Karena ketidak-mampuan itulah maka manusia mencari siapakah yang maha kuasa atas segala dengan menyebutannya sebagai Tuhan.

Sebagian manusia melihat matahari yang menyinari dengan sangat terik lalu menjadikannya sebagai Tuhan, sebagian lagi melihat api yang memiliki panas lalu menjadikannya sebagai Tuhan, sebagian men-Tuhankan yang tidak kasat mata (gaib), dan sebagian lagi masih terus mencari siapa Tuhannya. Apapun sebutannya, Tuhan adalah pemilik kekuatan maha dahsyat yang tidak sama seperti mahluknya, yang menciptakan dan mengatur alam semesta, yang hidup dan tak pernah mati (kekal), yang tidak pernah mengantuk apalagi tertidur, dan yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Kembali pada pertanyaan “Siapakah saya?”, dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa jawaban yang tepat atas pertanyaan itu adalah “saya hamba Tuhan”. Seorang bijak berkata “Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya”.

Apakah konsekwensinya jika semua manusia menyadari bahwa dirinya adalah hamba Tuhan?. Manusia akan menjalani kehidupannya sesuai dengan ajaran Tuhan, sehingga tidak akan pernah ada yang namanya kejahatan, pertikaian, kerakusan, kesombongan, dan ketidak-pedulian pada lingkungan. Lantas mengapa tindakan buruk masih mungkin dilakukan oleh manusia? Tidak lain karena disaat melakukannya manusia lupa bahwa ada Tuhan yang menyaksikan dan kelak akan meminta pertanggungan jawab atas tindakan tersebut.

Manusia berhak memilih untuk melakukan hal yang positif atau negatif, dan segala pilihan itu selalu disertai dengan konsekwensinya, seperti kata pepatah “Barang siapa menanam, ia akan menuai hasilnya”.

Ketahui tujuanmu
Setelah manusia mengetahui siapa dirinya, maka pertanyaan selanjutnya adalah ”Untuk apa manusia hidup di dunia?” . Untuk menjawabnya kita harus sepakati dulu bersama bahwa setiap manusia yang terlahir kedunia pasti adalah manusia terbaik; bukankah ketika terjadi pembuahan sel telur oleh sperma, hanya satu sel sperma saja yang berhasil membuahi sel telur (dalam keadaan normal), padahal ada berjuta sel sperma yang bersaing untuk membuahi sel telur.
Tuhan telah menyeleksi dan menentukan bahwa semua manusia yang akan memimpin dunia adalah manusia terbaik, hal ini dilakukan tentu bukan tanpa maksud dan tujuan. Dalam rangka menjaga kelangsungan kehidupan di muka bumi, maka Tuhan pun memilih dan menentukan manusia yang terbaik sebagai pemimpin bagi semua mahluk hidup.

Untuk menjalankan fungsinya di muka bumi, Tuhan membekali manusia berupa; akal, hati, dan waktu 24 jam dalam sehari. Hanya manusia yang mampu mempergunakan ketiga potensi tersebut yang akan menjadi manusia terbaik diantara manusia lainnya. Tuhan pun telah sediakan segala kebutuhan manusia untuk hidup secara cuma-cuma berupa udara, cahaya matahari, jantung yang terus berdenyut tanpa henti, serta kesehatan. Semua karena kasih dan sayang Tuhan kepada hambanya.

Hidup manusia di dunia adalah anugerah bagi manusia itu sendiri dan lingkungannya, hanya karena kasih sayang Tuhanlah manusia dapat menjalani kehidupan dan memberi kebaikan pada diri, keluarga dan lingkungannya. Segala tindakan yang dilakukan oleh manusia pasti akan menimbulkan dampak pada diri, sesama manusia, dan lingkungan hidup disekeliling manusia. Atas dampak yang ditimbulkan tersebut maka tanggung jawab hidup individu manusia semata-mata adalah sebagai bentuk tanggung jawab diri manusia pada Tuhannya.

Jadi, untuk apakah manusia hidup di dunia? Maka kesimpulannya adalah hidup manusia untuk mengabdi pada Tuhannya.

Ketahui tempat kembalimu
Adakah manusia yang berani menjamin bahwa ia akan hidup abadi di dunia? Semua yang hidup pasti akan mati termasuk manusia, hanya saja tidak ada satupun manusia yang mengetahui bagaimana, dimana, dan kapan ia akan mati. Kematian adalah suatu keniscayaan, tak perlu ditakuti namun bukan sesuatu yang boleh ditantang. Mempersiapkannya adalah kewajiban bagi seluruh manusia karena kematian bukan akhir dari segalanya tapi sebuah transisi untuk memasuki kehidupan selanjutnya di akhirat, dimana segala tindakan manusia akan dipertanggung-jawabkan.

“Remember that death is not the end but only a transition” < Dream Theater – Scenes From A Memory>

Kehidupan di dunia yang sementara tidak lain merupakan ladang amal yang luas bagi manusia dalam rangka pengabdian pada Tuhannya, pembuktian diri manusia yang dahulu berasal dari Tuhan dan kelak akan kembali kepada Tuhan.

Hidup dan mati adalah suatu proses alamiah yang pasti terjadi pada setiap manusia dan bukanlah suatu hal utama untuk dipermasalahkan, tapi bagaimana mengisi kehidupan adalah hal terpenting yang harus diperhatikan. Tidak semua manusia mati dengan kemuliaan dan dikenang harum namanya, karena nama baik atau buruk setelah kematian manusia adalah sebuah hasil dari proses manusia dalam menjalani kehidupannya. Sejarah telah mencatat dan memberikan contoh beberapa manusia yang menjadi tokoh dan berakhir dengan kenangan baik atau kenangan buruk sebagai pelajaran bagi manusia lain setelahnya.

Jawaban itu ada di dalam dirimu
“They say learning to love yourself is the first step
That you take when you want to be real
And flying on planes to exotic locations
Won’t teach you how you really feel
Face up to the fact that you are who you are
And nothing can change that belief
Just be”

< Tiësto – Just Be>

Manusia selalu berupaya untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya dengan meraih prestasi, kekayaan, pengakuan, perhatian, atau dengan mengunjungi berbagai tempat eksotis. Namun tak selamanya manusia dapat memberikan kebahagiaan pada manusia lainnya dan tak ada kebahagiaan yang benar-benar abadi, karena sudah menjadi sifat manusia untuk tidak pernah puas dengan keadaannya. Hanya dengan bersyukur manusia dapat menikmati hidupnya, dan bersyukur itu hanya bisa dilakukan dengan hati. Maka carilah kebahagiaan itu dalam hatimu.
Hidup itu indah karena kita punya Tuhan yang selalu sayang dan selalu memberi yang terbaik bagi kita. Jika kita selangkah mendekat pada-Nya maka seribu langkah-Nya pada kita, Dia selalu mengabulkan doa dan menyelesaikan pemasalahan kita dengan cara-Nya, dan Dia tak pernah meninggalkan kita walau sejuta kesalahan kita perbuat berulang kali. Diakhir kata, sebagai manusia saya hanya ingin berucap “i was lost and i’m still lost but i feel so much better”

Windmill – Time goes wherever you are

Note : Artikel ini telah tayang sebelumnya di Kolom Kita

About windmill

Seorang hamba Allah SWT yang terus berusaha bersemangat dalam menjalani hidup. Suami yang berusaha untuk setia dan bertanggungjawab. Ayah yang berusaha menyayangi dan menjadi teladan.
This entry was posted in Berbagi, Teropong Negeri Emas and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s