BIJAK BERTINDAK

Menjelang pemilu tahun 2004 banyak partai baru bermunculan sebagai bentuk ekspresi kebebasan berpolitik pasca reformasi. Tidak terlewat beberapa ormas keagamaan pun turut serta memeriahkan pesta demokrasi tersebut, salah satu diantaranya adalah Nahdlatul Ulama (NU) yang saat itu kader-kadernya menciptakan beberapa partai politik .

Melihat gelagat terpecahnya suara NU maka almarhum Gus Dur berkata di salah satu stasiun televisi “NU itu ibarat ayam. Yang dikeluarkan ayam itu ada 2 yaitu telur dan kotoran; dan PKB itu adalah telurnya”, saya tersenyum mendengarnya dan bukanlah seorang Gus Dur jika tidak ceplas ceplos dalam bertutur.

Saya tertarik untuk mengutip ucapan almarhum Gus Dur bukan karena PKB, namun saya lebih mengaris bawahi ucapan beliau tentang apa yang dikeluarkan oleh “Si Ayam”. Segala tindakan baik itu ucapan maupun tingkah laku seorang manusia dapat berupa kebaikan maupun keburukan, dan segala perbuatan manusia yang bersentuhan dengan manusia lainnya akan mendapat respon berbeda-beda dari manusia lainnya. Jika yang berbuat adalah seorang masyarakat biasa respon ataupun dampatnya tidak akan terlalu besar, namun bagaimana jika yang berbuat adalah seorang tokoh?

Belum lama ini seorang anggota DPR-RI mengundurkan diri setelah kepergok melihat tayangan porno saat sidang paripurna tentang pengesahan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan pidato penutupan masa sidang III tahun sidang 2010-2011. Peristiwa ini mendapatkan sorotan dari masyarakat terlebih lagi saat diketahui bahwa anggota DPR tersebut berasal dari sebuah partai yang selalu mengusung nilai-nilai moral dan anti pornografi. Mau tidak mau peristiwa ini menimbulkan polemik ditengah masyarakat dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap para wakil rakyat khususnya yang berasal dari partai yang mengusung suatu agama.

Di tahun 2008, Jepang dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Taro Aso yang terkenal sangat ceroboh. Ia memimpin pemerintahan Jepang sejak 24 September 2008 hingga 16 September 2009. Diakhir bulan November 2008 , di awal masa jabatannya, PM Taro Aso mengatakan dengan lantang dalam pidatonya di depan Perhimpunan Tenaga Kesehatan Jepang, “Dokter di Jepang kurang memiliki kepedulian. ” Kesalahan ini pun kemudian diralat oleh PM Taro Aso sendiri seraya meminta maaf. Di lain kesempatan PM Taro Aso ” keseleo” lidah, saat menetapkan suatu kebijakan yang sudah disepakati dan tak sampai 5 hari berubah lagi perkataannya. Perkataan PM Taro Aso dinilai sulit ” dipegang” dan sering berubah-ubah sehingga kerap sekali diralat.

Selanjutnya PM Taro Aso sering salah menyebut nama orang, misalnya saat pidato pertemuan di Davos Swiss tanggal 31 januari 2009, PM Taro Aso salah menyebut nama mantan PM Inggris Tony Blair dengan sebutan ” Tony Brown “. Akibat dari semua ketidak hati-hatiannya dalam berbertindak, popularitas PM Taro Aso menurun dratis hingga 9, 7 % dan mengakibatkan kekalahan partainya (Partai Demokratik Liberal) di pemilu berikutnya.

Disadari atau tidak, segala yang diperbuat oleh seorang tokoh pasti akan menjadi sorotan dan dapat dipastikan akan menimbulkan suatu dampak (baik positif maupun negatif) bagi instansi atau kelompoknya. Sudah menjadi hal yang umum manakala seorang tokoh dianggap sebagai representatif dari kelompok atau instansi yang dipimpinnya, maka ketika ia salah/baik dalam bertindak akan dianggap sebagai kesalahan/kebaikan kelompok atau instansinya.

Bijak dalam bertindak adalah sebuah pencegahan dari adanya kesalahan yang bisa jadi dapat berakibat sangat fatal bagi kelangsungan suatu lembaga. Berfikir sebelum bertindak serta melakukan konsultasi kepada berbagai pihak terkait menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan guna mendapatkan solusi terbaik bagi semua, karena nasehat-menasehati harus dilakukan untuk kebaikan dan dilakukan dengan kesabaran.

Widmill Time goes wherever you are

Note : Artikel ini telah ditayangkan sebelumnya di esq-news.com

About windmill

Seorang hamba Allah SWT yang terus berusaha bersemangat dalam menjalani hidup. Suami yang berusaha untuk setia dan bertanggungjawab. Ayah yang berusaha menyayangi dan menjadi teladan.
This entry was posted in Berbagi, Repost, Teropong Negeri Emas. Bookmark the permalink.

2 Responses to BIJAK BERTINDAK

  1. Syam165 says:

    Petromax…
    Mampir blogwalking…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s