Garis Tipis Antara Benar dan Salah

Beberapa minggu kemarin masyarakat di beberapa negara dunia melakukan berbagai aksi sosial dengan turun ke jalan guna memprotes berbagai kebijakan dan menyatakan mosi tidak percaya pada pemimpin pemerintah yang sedang berkuasa, bahkan aksi tersebut telah memakan korban jiwa yang tidak sedikit, seperti yang terjadi di Tunisia dan Mesir. 

Di Indonesia sendiri telah mulai bermunculan beberapa indikasi dari ketidak-percayaan masyarakat akan pemerintahan SBY, salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh para Tokoh Lintas Agama pada tanggal 17 Januari yang lalu. Tokoh Lintas Agama tersebut bisa dikatakan sebagai “representative” dari masyarakat Indonesia karena mewakili seluruh agama yang diakui oleh pemerintah, mereka sepakat menyatakan bahwa pemerintah SBY telah melakukan kebohongan publik karena apa yang disampaikan dalam Laporan Pertanggungjawaban 100 Hari Kabinet Indonesia Bersatu II serta publikasi pencitraan yang selama ini digembar-gemborkan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi dilapangan. Bukankah segala yang baik itu akan tetap menjadi baik, dan kebusukan itu akan tetap tercium baunya walau ditutup-tutupi?, bahkan Abraham Lincoln pun pernah berkata bahwa “No man has a good enough memory to make a successful liar”.

Saya jadi teringat akan kasus yang dahulu pernah dialami oleh ESQ. Tidak terasa hampir setahun sudah sejak dikeluarkannya fatwa sesat kepada ESQ oleh salah satu mufti Malaysia yaitu Datuk Hj. Wan Zahidi bin Wan Teh (Mufti Wilayah Persekutuan) pada tanggal 10 Juni 2010. Dalam fatwa tersebut dikatakan ada 10 landasan yang menyatakan bahwa ESQ itu adalah ajaran sesat dan menyesatkan. Bagi saya pribadi itu adalah sebuah fitnah yang tidak berdasar sama sekali karena setahu saya mufti tersebut tidak pernah mengikuti training ESQ dan tidak pernah mau menemui Bapak Ary Ginanjar untuk mendengarkan penjelasan mengenai ESQ (lantas 10 landasan tersebut beliau temukan dari mana?).

Setelah melalui perjuangan dan perjalanan panjang, pada akhirnya dari 14 mufti hanya 1 mufti saja yang menyatakan bahwa ESQ sesat. Di tanah air sendiri, ESQ harus berhadapan dengan sekelompok kecil ormas yang dengan kerasnya menyatakan bahwa ESQ sesat hingga akhirnya kasus ini dibawa ke Majelis Ulama Indonesia untuk dikaji dan dipelajari lebih lanjut di bagian Pengkajian yang dipimpin oleh Prof. Dr. Utang Ranuwijaya.

Ditengah-tengah MUI melakukan proses pengkajian atas materi ESQ, berbagai dukungan mengalir dari beberapa organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, ICMI, dan ormas lainnya yang telah mengetahui dan mengikuti training ESQ sebelumnya. Sebuah kabar gembira kemudian muncul pasca pengkajian MUI dimana pada akhirnya dinyatakan bahwa ESQ sama sekali tidak bermasalah dari segi syariah, bahkan MUI telah mengeluarkan Sertifikat Kesesuaian Syariah kepada ESQ pada tanggal 25 Januari 2011.

Dengan dikeluarkannya sertifikat tersebut maka berakhirlah polemik ditengah masyarakat akan posisi ESQ, bahkan MUI sendiri akan memberikan penjelasan langsung atas putusannya tersebut kepada masyarakat Indonesia maupun kepada berbagai pihak di negara lain.

Pada akhirnya segala sesuatu yang berasal dari hati akan kembali ke hati, dan segala yang baik akan tetap menjadi baik. Telah ada batasan yang jelas antara yang baik dan yang buruk, namun nasehat-menasehati dalam kebaikan harus tetap dilakukan dengan cara yang baik karena manusia adalah tempatnya salah dan dosa.

Windmill Time goes wherever you are

Note : Tulisan ini telah dimuat sebelumnya di esq-news.com

About windmill

Seorang hamba Allah SWT yang terus berusaha bersemangat dalam menjalani hidup. Suami yang berusaha untuk setia dan bertanggungjawab. Ayah yang berusaha menyayangi dan menjadi teladan.
This entry was posted in Berbagi, Dari Alumni, Repost, Suara Alumni ESQ, Teropong Negeri Emas and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s