Ibu, Istri, dan Wanita

Sering kali kita menjumpai disetiap sejarah dan kejadian selalu saja tampil sosok seorang laki-laki yang begitu berpengaruh dan mampu melakukan perubahan luar biasa bagi sebagian atau seluruh masyarakat dunia. Akan tetapi siapakah manusia yang berada dibelakang lelaki tersebut? Tidak banyak orang yang tahu seberapa besar pengaruh dan peranannya dalam sejarah, karena mereka bekerja dibelakang layar.

Dibalik Seorang Anak
Suatu ketika di pedalaman Kelantan, seorang anak kecil yang menderita polio,berhidung panjang, dan memiliki rambut sarang tawon menghampiri kawan-kawan sepermainannya. Naluri kekanakannya mampu melupakan kekurangan fisiknya untuk bergabung dengan anak lainnya yang sedang bermain. Masih seperti hari-hari sebelumnya, semua menertawakan dan mencemoohnya sambil menirukan cara berjalannya yang pincang. Ia pun mengurungkan niatnya untuk bermain dan kembali ke rumahnya dengan perasaan sedih sambil menangis. Setibanya dirumah, ia disambut oleh senyum ibunda. Ibunda dengan sabar menanyakan mengapa ia menangis, kemudian diceritakanlah semua kejadian yang telah dialaminya tadi. Setelah menarik nafas ibunda pun berkata :

“Omar… sakitnya dimana? Di kaki atau disini?” Kata Ibunda sambil menunjuk ke kepala.

“Di kaki Ibu…” Jawab Omar.

“ Kawan-kawan Omar kakinya sakit tidak? Dan jika kaki mereka tidak sakit tapi berjalan dengan pincang, maka apanya yang sakit?” Lajut Ibundanya. Dan Omar terdiam mendengarkan perkataan Ibunda.

“Kaki Omar sakit, tapi kepala tidak…. Omar bisa pergi jauh nanti. Tapi kalau kaki baik dan isi kepala tak baik maka Omar tidak bisa pergi kemanapun Omar mau” kata Ibunda Omar disertai senyumnya yang indah.

Itulah sepenggal kisah masa kecil Professor Dato’ Dr. Sheikh Omar Abdul Rahman, seorang ilmuwan dan ahli penyakit hewan di Universiti Putra Malaysia yang mendapatkan gelar Sarjana dari University of Queensland Australia (1974), Gelar Master dari University of Saskatchewan Canada (1977), Member (MRCVS)di Royal College of Veterinary Surgeons London (1977), dan memperoleh gelar Profesor tahun 1993. Motivasi dan dorongan dari Ibunda melalui perkataan dan kasih sayangnya kepada Omar melekat dalam kehidupannya sehingga Omar mampu mengalahkan keterbatasannya.

Peran seorang Ibu juga dirasakan oleh banyak tokoh dunia lainnya, salah satunya adalah John Francis Welch Jr. (Jack Welch) mantan Chief Executive Officer dari General Electric (GE) yang pada tahun 1999 dinobatkan sebagai “Manajer Abad ini” oleh majalah Fortune dan saat pensiun mendapatkan gaji 4 juta dollar per tahun, yang diikuti dengan nilai pensiun sebesar 8 juta dollar setiap tahun. Jack Welch lahir di Peabody, daerah Massachusetts, Amerika Serikat pada 19 November 1935. Ia dibesarkan oleh keluarga sederhana, ayahnya John Welch Sr. bekerja sebagai seorang kondektur Boston-Maine Railroad dan ibunya Grace Welch hanyalah seorang ibu rumah tangga.

Jack Welch berkisah pada saat pidato perpisahannya dengan seluruh jajaran GE bahwa diwaktu kecil ia adalah seorang anak gagap yang sama sekali tidak menonjol dalam berbagai mata pelajaran. Namun Ibunya setiap hari selalu membuka tas sekolahnya dan mencari nilai ujian sekolahnya yang dapat membanggakannya dan jika menemukannya selalu dipajang di dinding rumah walaupun nilainya biasa-biasa saja. Seraya meneteskan air mata ia berkata :

“Jika Ibuku saat ini masih ada maka aku akan berkata, lihatlah Ibu ada banyak kebanggan yang dapat kau pajang di diding rumah”

Di Balik Seorang Suami
Sosok mulia seperti Nabi Muhammad SAW digambarkan dalam sejarah mendapatkan dukungan yang sangat besar dari istri beliau yakni Siti Khodijah (tanpa mengurangi peranan istri beliau yang lain). Mulai dari beliau belum diangkat menjadi Nabi, Siti Khodijah senantiasa memberikan dukungan secara moril maupun materiil sampai akhir hayatnya. Sungguh pengorbanan yang luar biasa, ditengah beratnya perjuangan beliau dalam mengemban amanah besar dari Allah Penguasa Langit dan Bumi.

Semua masyarakat Indonesia sangatlah akrab dengan tokoh yang satu ini. Namanya adalah Soeharto, seorang Jenderal TNI yang memimpin Indonesia sebagai Presiden selama 31 tahun dan meninggal pada 27 Januari 2008, sungguh sebuah kepemimpinan yang paling lama dalam sejarah bangsa Indonesia. Kematian istrinya Raden Ayu Siti Hartinah (Ibu Tien Soeharto) pada tanggal 28 April 1996 menjadi pukulan berat bagi Soeharto dan dampaknya sangat terasa dalam pengaruh dan performa kepemimpinannya. Terlepas dari kontroversi dibalik kematian Ibu Tien Soeharto, kenyataannya adalah kepemimpinan Suharto mengalami penurunan yang cukup signifikan terhadap pengaruh maupun kemampuan Soeharto sebagai orang nomor satu di Indonesia. Hal inilah yang seakan-akan menyiratkan bahwa kekuasaan dan pengaruh Soeharto karena pengaruh dari istrinya. Krisis moneter pada tahun 1997 yang menyerang Asia, tekanan dari oposisi, dan aksi mahasiswa di seluruh penjuru negeri menjadi alasan pengunduran diri Soeharto dari puncak kepemimpinan Indonesia pada 21 Mei 1998. Tidak berhenti sampai disitu, pasca pengunduran dirinya, Soeharto harus berurusan dengan pengadilan yang mendakwanya melakukan Kolusi, Korupsi, Nepotisme dan pelanggaran HAM.

Pada tahun 527 ada seorang tokoh bernama Flavius Petrus Sabbatius Justinianus atau Justinianus I. Menurut Wikipedia, Ia merupakan salah satu tokoh terpenting pada abad kuno. Masa kekuasaannya ditandai dengan renovatio imperii (restorasi kekaisaran) yang ambisius. Ambisi ini ditunjukan melalui perbutan kembali wilayah Kekaisaran Romawi Barat, termasuk kota Roma sendiri. Pada masa kekuasaannya, ditulis hukum Romawi Corpus Juris Civilis yang masih menjadi dasar bagi hukum masyarakat di negara-negara modern. Pada masanya pula budaya Bizantium berkembang dan program pembangunannya melahirkan karya-karya besar. Justinian mendapatkan bantuan moril yang besar dari istrinya, Theodora. Terlepas dari masa lalu Theodora yang seorang aktris dan menjadi semacam pelacur tingkat tinggi yang hanya melayani kalangan terbatas, Theodora telah menjadi penasihat yang mampu melakukan pelbagai tugas diplomatik. Theodora pun mempunyai pengaruh terhadap peraturan-peraturan yang dikeluarkan Justinian, termasuk beberapa pengesahan hukum yang memperbaiki hak-hak dan status wanita.

Harold Macmillan pernah berkata, “No man succeeds without a good woman behind him. Wife or mother, if it is both, he is twice blessed indeed”

Maka bukanlah berlebihan jika ada hadist yang mengatur bagaimana perlakuan seorang anak yang baik pada Ibunya sebagai berikut :

“Daripada Muawiyah bin Haidatal Qusyairi katanya aku bertanya Rasulullah SAW, siapakah orang yang paling patut aku berbuat baik?, Rasulullah SAW menjawab : ibumu, kemudian aku bertanya lagi siapa?, Rasulullah menjawab : ibumu, kemudian aku bertanya lagi siapa? Rasulullah menjawab: ibumu, kemudian aku bertanya lagi siapa? Rasulullah menjawab : bapamu, kemudian orang yang paling hampir denganmu dan seterusnya”. (Hadis Riwayat at-Tirmizi).

Terima kasih kepada semua wanita di seluruh penjuru dunia, Selamat Hari Ibu (22 Desember).

Windmill – Time goes wherever you are

Sumber :
Training ESQ Parenting
http://www.vet.upm.edu.my/earo.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Jack_Welch
http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto
http://www.googlebottle.com/tokoh-dunia/justinian-i-ahli-hukum-romawi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Justinianus_I

Note : Artikel ini dimuat pula dengan berbagai versi pada Kolom Kita dan ESQ News

About windmill

Seorang hamba Allah SWT yang terus berusaha bersemangat dalam menjalani hidup. Suami yang berusaha untuk setia dan bertanggungjawab. Ayah yang berusaha menyayangi dan menjadi teladan.
This entry was posted in Teropong Negeri Emas and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s