Anugerah = Musibah

Ketika sebuah anugerah menjadi jalan menuju kehancuran, maka apakah anugerah itu kemudian menjadi sama nilainya dengan musibah?

Kebanyakan wanita dijadikan Allah sebagai sesosok mahluk yang begitu indah untuk dipandang mata, bahkan kebanyakan darinya dijadikan model untuk berbagai macam produk kecantikan dan berbagai macam produk yang berharga mahal. Para wanita cantik mampu meningkatkan nilai jual atas suatu produk dan bahkan tidak jarang ia menjadi sebuah ikon yang menggambarkan kualitas produk itu sendiri.

Jika seorang Julius Caesar berjuang mati-matian untuk mendapatkan hati seorang Cleopatra, maka itu adalah harga yang pantas dan harus dikeluarkan untuk mendapatkan seorang wanita dengan kecantikan yang luar biasa dan sekaligus pemilik kekuasaan atas tanah mesir. Dalam sebuah kisah diriwayatkan bahwa Romeo rela mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena mengetahui bahwa sudah tidak mungkin lagi baginya untuk dapat hidup bersama Juliet yang cantik dan kebanggan keluarganya yang memiliki kekuasaan. Dalam kisah pewayangan Rama dan Shinta, terjadi perebutan Shinta yang jelita dan berhati mulia oleh Rahwana dan Rama yang kemudian menciptakan peperangan besar antar bangsa.

Kisah Ken Arok dan Ken Dedes

Seorang penulis terkenal bernama Pramoedya Ananta Toer menggambarkan kisah seorang pemuda bernama Ken Arok, seorang perampok yang kemudian menjadi pengawal dari Tunggul Ametung dan istrinya Ken Dedes. Ken Arok menjadi dekat dengan Ken Dedes setelah menolongnya dari gangguan Sawung Agul. Dari situlah Ken Arok mengetahui tentang keadaan Ken Dedes yang sesungguhnya serta penderitaannya menjadi istri Tunggul Ametung.

Karena itulah Ken Arok merencanakan membunuh Tunggul Ametung dengan memesan keris kepada Empu Gandring, tapi karena keris tak kunjung selesai maka Ken Arok pun membunuh Empu Gandring dengan keris buatannya itu hingga Empu Gandring mengutuk Ken Arok bahwa keris itu akan membunuh 7 korban lagi.

Untuk memuluskan rencananya, Ken Arok memberikan keris itu pada Kebo Ijo, karena tidak mengetahui niat jahat Ken Arok maka Kebo Ijo menerima dengan senang hati dan memamerkan pada semua orang yang ditemuinya. Pada malam hari Ken Arok mengambil keris itu dan melanjutkan rencananya mendatangi rumah Tunggul Ametung dan dengan bantuan Ken Dedes, Ken Arok berhasil membunuh Tunggul Ametung ketika tidur.

Setelah Tunggul Ametung mati dan Ken Arok pergi dari ruang tidurnya, Ken Dedes berteriak membangunkan seluruh penghuni rumah. Dengan liciknya Ken Arok akhirnya memfitnah Kebo Ijo akan kematian Tunggul Ametung dan membunuh Kebo Ijo dengan keris itu juga. Rencana Ken Arok dan Ken Dedes berhasil dan mereka pun menikah serta mewarisi kekayaan dari Tunggul Ametung.

Kisah ini menggambarkan seorang wanita cantik jelita yang haus akan kasih sayang seorang pria dan merasa sangat tertekan oleh kondisi keluarganya. Kemudian muncullah seorang pria muda tampan dan gagah perkasa yang menawarkan diri untuk memberikan segalanya; baik berupa perhatian, kasih sayang, harta, serta memujanya layaknya Dewi dari khayangan. Kecantikan serta keanggunan Ken Dedes telah membutakan mata Ke Arok, sehingga segala cara ditempuhnya untuk mendapatkan cinta Ken Dedes. Sebuah gambaran yang hingga saat ini masih terjadi dikalangan masyarakat Indonesia.

Tidak dipungkiri bahwa banyak kasus kejahatan, perselingkuhan, dan kekerasan dalam rumah tangga terjadi akibat dari ketidak-puasan manusia dalam lingkungannya (khususnya dalam rumah tangganya). Kehadiran orang ketiga (yang rupawan, penuh perhatian, mapan, dsb) dalam rumah tangga menjadi pelarian atas masalah tersebut. Sesaat kondisi tersebut dirasa dapat menjadi solusi atas kepenatan yang dialami dalam kehidupan serta dirasa mampu memberikan kebahagiaan. Pertanyaannya adalah berapa lama kebahagiaan dari orang ketiga dalam ikatan pernikahan itu akan bertahan? Analoginya adalah jika ada bangkai dan ditutupi oleh berita seperti apapun maka baunya akan tetap tercium, artinya adalah suatu keburukan pada suatu saat pasti akan terkuak dan hanya masalah menunggu waktu saja. Setelah itu maka yang menjadi korbannya adalah orang-orang disekeliling kita yang begitu mencintai kita, mereka adalah korban dari keEGOISan kita, merekalah anak-anak kita yang menjadi harapan masa depan kita.

Keindahan pada manusia adalah “anugerah” dari Allah yang dititipkan sementara pada manusia yang hidup di dunia. Keindahan itu berupa paras, keperkasaan, kemampuan menarik lawan jenis dengan komunikasi dan empati, serta kejayaan. Keindahan itu dapat berubah menjadi ujian dapat pula berubah menjadi musibah, tergantung kemana keindahan itu dibawa. Dalam hidup selalu ada pilihan dan yang terbaik adalah melakukan hal baik dengan cara baik dan niat baik. Masih ada waktu untuk memperbaiki kesalahan selama nafas masih dijinkan keluar masuk paru-paru dan darah masih boleh mengelilingi seluruh tubuh kita.

Mari bermuhasabah diri……………

Dari berbagai sumber

Source :
http://www.indosiar.com/sinopsis/64476/ken-arok-dan-ken-dedes
http://map-bms.wikipedia.org/wiki/Ken_Angrok
http://heritageofjava.com/portal/article.php?story=2009030910432118
http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/p/pramoedya-ananta-toer/index.shtml

About windmill

Seorang hamba Allah SWT yang terus berusaha bersemangat dalam menjalani hidup. Suami yang berusaha untuk setia dan bertanggungjawab. Ayah yang berusaha menyayangi dan menjadi teladan.
This entry was posted in Teropong Negeri Emas and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s