Manusia Indonesia Harus Berkarakter

Indonesia Satu

Kondisi lingkungan bangsa Indonesia belakangan ini sangatlah tidak kondusif, tidak aman, dan tidak nyaman bagi sebagian besar masyarakat yang ingin menjalani hidup di Indonesia. Berbagai masalah sosial masyarakat dan berbagai friksi yang disebabkan oleh seseorang atau sekelompok orang yang tergabung dalam suatu kelompok tertentu terkadang membawa dampak yang tidak baik dalam iklim bermasyarakat ataupun dalam iklim usaha.

Beberapa contoh kejadian yang belakangan ini terjadi dan memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap ketidak-stabilan kondisi di masyarakat antara lain : perampokan Medan dan terorisme Aceh yang dilanjut dengan penyerangan Polsek Hamparan Perak, bentrok suku Dayak dan suku Bugis di Tarakan, bentrok antara dua kubu preman yang terjadi di jalan Ampera, dan yg belakangan terjadi adalah ledakan bom di Kalimalang Bekasi yang dibawa dengan menggunakan sepeda. Kesemua kejadian tersebut seakan-akan tidak ada henti-hentinya membuat kondisi tidak aman dan tidak nyaman.

Berbagai alasan dijadikan dasar bagi para pelaku dalam menjalankan aksinya, mulai dari masalah keyakinan yang salah persepsi hingga rasa solidaritas kelompok/kesukuan yang sempit. Dan dari kesemua kejadian tersebut pada akhirnya hanya menimbulkan keresahan dan penderitaan bagi masyarakat lain disekitar kejadian. Kadang kala rasa egois perorangan dan kelompok lebih dikedepankan daripada rasa empati pada para korban dan keluarganya, dan kesamaan perasaan sebagai sesama manusia sudah tidak cukup lagi untuk menghentikan aksi-aksi tersebut.

Rasa persatuan kebangsaan (sesama bangsa Indonesia) dirasakan masih belum cukup untuk menyatukan persepsi, sikap, dan tindakan dari tiap individu dan kelompok yang ada di Indonesia. Maka tidaklah heran jika hingga saat ini masih ada masyarakat Indonesia yang sanggup menyakiti perasaan masyarakat lainnya, dan tidak peduli akan dampak buruk yang kemudian terjadi. Oleh karenanya diperlukan landasan yang lebih kuat lagi untuk menyatukan masyarakat Indonesia selain dari sekedar landasan geografis, batas wilayah, kesukuan, kelompok, dan keyakinan keagamaan.

Landasan yang lebih kuat itu adalah penggabungan dari keseluruhan landasan tersebut diatas dan disertai dengan toleransi yang sangat tinggi serta kepedulian satu sama lain di tiap individu masyarakat. Lantas bagaimana cara mewujudkan hal tersebut? Pertanyaan inilah yang sebenarnya harus diselesaikan dulu dan mendapat perhatian secara khusus dari pemerintah dan para tokoh masyarakat Indonesia.

Masyarakat Indonesia saat ini telah kehilangan karakternya sebagai manusia Indonesia. Maka untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sosial di tengah masyarakat diperlukan pembentukan karakter tiap individu masyarakat itu sendiri, dan karakter yang harus diutamakan untuk dibentuk dan ditanamkan adalah karakter Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, dan Peduli atau yang biasa disebut dengan 7 Budi Utama.

Pembentukan karakter 7 Budi Utama ini bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah, akan tetapi menjadi tugas dan tanggung jawab masing-masing individu masyarakat Indonesia itu sendiri. Jika hal ini mulai ditanamkan sekarang maka bukan isapan jempol semata jika kelak pada tahun 2020 Indonesia akan menjadi Indonesia Emas, suatu masa dimana Bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang besar, dihormati dan disegani oleh bangsa-bangsa lain didunia karena tiap individu masyarakat memiliki hati emas. Saat itu masing-masing individu dan kelompok saling menghormati perbedaan dan menyelesaikan semua persoalan dengan cara kekeluargaan, tidak ada lagi masyarakat miskin karena mereka berprinsip bahwa tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah.

Sejarah telah mencatat bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang patut diperhitungkan mulai dari Jaman Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, hingga pada kancah olahraga bulutangkis yang ditorehkan oleh Susi Susanti dkk. Beberapa tokoh dunia pun banyak dilahirkan di Indonesia dan kemudian memberikan pengaruh dan warna dalam perkembangan dunia. Dengan segala potensi alam dan kualitas sumberdaya manusianya, Indonesia telah dibekali anugerah dan rahmat dari Allah SWT untuk menjadi bangsa besar. Maka mari kita bersama-sama bentuk karakter bangsa mulai dari hal terkecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang untuk Indonesia yang lebih baik.

About windmill

Seorang hamba Allah SWT yang terus berusaha bersemangat dalam menjalani hidup. Suami yang berusaha untuk setia dan bertanggungjawab. Ayah yang berusaha menyayangi dan menjadi teladan.
This entry was posted in Teropong Negeri Emas and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Manusia Indonesia Harus Berkarakter

  1. anak indonesia bangga dengan indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s