Jalan-jalan Jakarta

IlustrasiJika mantan Gubernur DKI Sutiyoso mengatakan bahwa Jakarta diperkirakan tahun 2014 akan macet total maka tak mau kalah Ketua Komisi Organisasi Dewan Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Ririn Sefsani mengatakan bahwa kemacetan total itu akan terjadi di tahun 2011. Terlepas akan terjadi di tahun 2014 ataupun lebih awal lagi di tahun 2011, kemacetan total itu pasti terjadi jika tidak ada langkah pasti dari pemerintah DKI Jakarta, hal inilah yang akan mengakibatkan lumpuhnya roda pemerintahan dan perekonomian karena mengingat Jakarta juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan pusat perdagangan.

Beberapa solusi ditawarkan untuk mengantisipasi kemacetan tersebut mulai dari rencana pembangunan monorail, pengadaan bus Trans Jakarta, hingga rencana pemindahan pusat pemerintahan keluar Jakarta. Beberapa solusi itu ada yang hanya digunakan sebagai sarana penunjang kepentingan politik, ada yang tersendat pelaksanaannya, dan beberapa malah hanya memindahkan masalah bukan menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi.

Meningkatnya jumlah kendaraan yang masuk ke dalam kota Jakarta yang signifikan dan tanpa ditunjang dengan peningkatan ruas jalan, menjadi percepatan menuju kelumpuhan kota Jakarta yang diakibatkan oleh kemacetan. Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan oleh pemerintah (baik pusat maupun daerah) untuk mengantisipasi permasalahan tersebut antara lain :

  1. Ruang Jakarta yang semakin sempit tidak lagi memungkinkan untuk pembangunan/peningkatan ruas jalan, maka perlu dipertimbangkannya pembangunan jalan dibawah tanah atau pembangunan jalan layang.
  2. Peningkatan kendaraan pribadi hampir dapat dikatakan tidak terkontrol, namun jika ditekan populasinya tanpa disertai dengan perbaikan kualitas angkutan umum tetap tidak akan mampu menekan populasi kendaraan pribadi. Maka angkutan umum tersebut harus mampu menjawab tantangan masyarakat yang menginginkan kondisi kendaraan yang aman, nyaman, dan terjangkau.
  3. Populasi kendaraan umum yang dimiliki oleh pengusaha diluar pemerintah populasinya sudah telalu banyak dan sebagian besar dalam kondisi yang tidak layak jalan. Jumlahnya perlu ditekan dengan mengadakan peninjauan kembali kualitas dan kuantitas kendaraan umum serta memperketat pemberian ijin bagi kendaraan lama dan baru. Peningkatan angkutan umum yang aman, nyaman, terjangkau serta dikelola oleh pemerintah juga mutlak diperlukan untuk menekan populasi angkutan umum diluar pemerintah.
  4. Kondisi infrastruktur jalan yang masih tidak baik ikut mempengaruhi arus jalan, jalan berlubang dan bergelombang masih banyak terdapat di beberapa ruas jalan, belum lagi masalah banjir akibat genangan air yang tidak teralirkan dengan baik menjadi masalah rutin yang terjadi di ruas jalan Jakarta. Drainase jalan dan pemilihan bahan dalam pembuatan jalan perlu diperhatikan lebih lanjut dan jangan pernah dijadikan sebagai proyek penghasil uang.
  5. Mentalitas masyarakat Indonesia terhadap ketaatan akan rambu dan aturan berlalu-lintas masih sangat rendah, sehingga sering kali penyebab kemacetan lalu lintas diakibatkan oleh rendahnya tingkat kedisiplinan masyarakat pengguna jalan itu sendiri. Maka pembentukan karakter bangsa adalah hal mutlak yang diperlukan supaya masyarakat menjadi disiplin karena kebutuhan bukan karena pengawasan.
  6. Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan pusat perdagangan memang sangat menggiurkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, banyaknya masyakarat yang mencari penghidupan ke kota Jakarta dituding sebagai salah satu faktor penyebab berbagai permasalah sosial di Jakarta yang salah satunya adalah kemacetan. Pemerataan pembangunan diberbagai daerah di Indonesia memang diperlukan untuk mengurangi penumpukan penduduk di salah satu wilayah.

Sebenarnya lebih banyak lagi faktor penyebab terjadinya kemacetan di hampir seluruh ruas jalan di Jakarta, dan jika diperhatikan ternyata antara satu faktor dengan faktor lainnya saling terkait dan berkesinambungan. Sebuah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah, sebuah ketertinggalan yang harus segera dikejar. Dari sekian banyaknya masalah itu, mau tidak mau harus diselesaikan satu persatu. Semua pihak (baik masyarakat maupun pemerintah) harus bersinergi dan bersama-sama memperbaiki diri dan lingkungan. Mungkin kita sekarang tidak berkesempatan menikmati hasilnya, namun pastinya kelak anak cucu kita yang akan merasakan manfaatnya. Saat itulah yang disebut Indonesia Emas, dimana setiap masyarakat Indonesia berhati emas dimulai dari tiap individu masyarakat.

About windmill

Seorang hamba Allah SWT yang terus berusaha bersemangat dalam menjalani hidup. Suami yang berusaha untuk setia dan bertanggungjawab. Ayah yang berusaha menyayangi dan menjadi teladan.
This entry was posted in Teropong Negeri Emas and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s