Manusia dan Amanahnya

Perkembangan kehidupan manusia di muka bumi semakin hari semakin mengalami kemajuan yang sangat pesat, dengan berbagai potensi yang Allah SWT telah berikan kepadanya, menjadikan manusia mampu menjadi pengendali kelangsungan seluruh kehidupan dimuka bumi. Sebenarnya manusia tidaklah lebih kuat atau lebih besar jika dibandingkan dengan mahluk Allah SWT yang lain seperti; gajah, paus, hiu, dsb. Akan tetapi manusia mampu mengendalikan seluruh elemen yang ada di alam sehingga menjadikan manusia sebagai khalifah/pemimpin dimuka bumi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia adalah benar-benar sebagai khalifah di muka bumi, hal ini telah di tegaskan oleh Allah SWT dalam al-qur’an sebagai berikut :

[33:72] “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”

Dengan bermodalkan akal pikiran dan perasaan yang telah Allah SWT berikan, manusia kemudian bersedia untuk memikul amanah tersebut, namun Allah berfirman pada ayat tersebut bahwa “Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”.

Hampir seluruh permukaan bumi telah dikuasai dan dikendalikan oleh manusia, bahkan manusia mampu untuk mengambil keuntungan atas hal tersebut. Dalam perkembangan hidupnya, seringkali manusia bertindak diluar batasnya dalam berinteraksi dengan lingkungannya, sehingga kerusakan dan kehancuranlah yang kemudian tercipta akibat dari aktifitas manusia. Peperangan, eksploitasi alam, dan perkembangan industri, menjadi sumber dari malapetaka di muka bumi. Tidak jarang akibat dari aktifitas manusia tersebut mendatangkan musibah dan bencana bagi manusia itu sendiri. Banjir, tanah longsor, dan pencemaran lingkungan menjadi masalah serius yang harus dihadapi karena tidak jarang menimbulkan korban jiwa. Kepunahan berbagai jenis satwa dan tumbuhan menjadi bukti dari ketidak-arifan kekhalifahan manusia.

Setiap pribadi manusia adalah khalifah (minimal dia memimpin dirinya sendiri), dan dan setiap khalifah akan dimintai pertangung-jawabannya atas kekhalifahannya. Manusia dapat lebih mulia dari malaikat ketika dia mampu mengemban amanah itu dengan menggunakan potensi akal dan perasaannya dengan cara yang baik, begitu pula sebaliknya, manusia bisa menjadi lebih hina dari binatang manakala dia mengkhianati amanah tersebut.

Semua pilihan ada pada setiap individu manusia karena Allah SWT telah siapkan balasannya dalam bentuk surga dan neraka. Maka pergunakanlah amanah tersebut dengan lebih bijak.

About windmill

Seorang hamba Allah SWT yang terus berusaha bersemangat dalam menjalani hidup. Suami yang berusaha untuk setia dan bertanggungjawab. Ayah yang berusaha menyayangi dan menjadi teladan.
This entry was posted in Teropong Negeri Emas and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s