Perubahan “Mind Set” Pendidikan Indonesia

Dunia pendidikan Indonesia mulai melakukan perubahan pola pendidikannya setelah setelah melihat banyaknya tindakan pelecehan (bullying) yang terjadi di lingkungan Kampus ataupun sekolah, dimana celah yang paling memberikan peluang untuk terjadinya bullying ini adalah pada saat masa pengenalan atau orientasi kampus atau sekolah.

Berbagai fenomena yang terjadi masa orientasi ini adalah berupa pelecehan secara emosi, kata-kata (verbal), dan fisik. Berbagai alasan dikemukakan agar kegiatan bullying ini tetap dilestarikan antara lain : agar tahan banting, supaya tidak cengeng, supaya respek/hormat/patuh pada aturan, dsb. Semua alasan tersebut tidak lain hanya menjadi ajang balas dendam senior dan menciptakan senioritas tanpa aturan.  Pada akhirnya setelah terjadi korban jiwa, maka kegiatan orientasi yang yang terindikasi adanya bullying ini pun baru kemudian ditinjau kembali. Pada awalnya masa orientasi ini berfungsi sebagai masa adaptasi bagi para peserta didik baru pada lingkungan pendidikannya, namun pergeseran metode tidak dapat dihindari, oleh karena itu diperlukan sebuah metode orientasi yang memiliki nilai edukasi dan nilai kepuasan secara emisional dan spiritual.

Mau tidak mau kegiatan orientasi ini perlu dicarikan format baru sebagai penggantinya. Maka disinilah ESQ hadir sebagai solusi atas pertanyaan tersebut. ESQ menjadi jawaban atas keresahan para orang tua akan keselamatan putra-putrinya di sekolah atau kampus, serta menjawab tantangan sekolah atau kampus untuk mencetak peserta didiknya menjadi manusia yang berkualitas tinggi dan mampu menangkis tekanan perkembangan jaman.

Penggunaan metode ESQ sebagai bagian dari kurikulum siswa dirasakan sangat penting mengingat sangat sedikitnya pendidikan karakter emosi dan spiritual di lingkungan dunia pendidikan. Padahal kenyataan dilapangan pendidikan IQ sangat sedikit sekali peranannya terhadap kesuksesan seseorang di dunia kerja.

Hingga saat ini banyak sekali instasi pendidikan yang telah menggunakan metode ESQ sebagai pengganti orientasi bagi peserta didik baru, bahkan yang terbaru menyelenggarakan adalah Universitas Indonesia dimana sekitar 8000 mahasiswa barunya ditrainingkan ESQ secara seretak, dan ini kemudian menjadi rekor training ESQ terbesar yang pernah dilaksanakan diseluruh dunia. Sebanyak 8.140 mahasiswa baru S1 dan pasca sarjana Universitas Indonesia (UI) secara serentak mengikuti pelatihan ESQ (Emotional & Spiritual Quotient) di arena gedung JIExpo Pekan Raya Jakarta Kemayoran pada tanggal 24-25 Agustus 2010. See detail here

Sebelumnya telah banyak juga instansi pendidikan yang telah menggunakan metode ESQ untuk membina peserta didiknya antara lain Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Institut Pertanian Bogor, Akademi Kepolisian, SESPIM dan SESPATI POLRI, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonusa Esa Unggul Jakarta, dan masih banyak lagi. Inilah yang kemudian menjadi keyakinan kita semua khususnya para alumni ESQ akan terciptanya Indonesia Emas 2010. Dimana pada saat itu para peserta didik yang telah mendapatkan pendidikan ESQ menjadi pemimpin-pemimpin di bangsa ini.

About windmill

Seorang hamba Allah SWT yang terus berusaha bersemangat dalam menjalani hidup. Suami yang berusaha untuk setia dan bertanggungjawab. Ayah yang berusaha menyayangi dan menjadi teladan.
This entry was posted in Teropong Negeri Emas and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Perubahan “Mind Set” Pendidikan Indonesia

  1. Rudy Hermawan says:

    Keren,..
    lanjutkan ,..agan…
    thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s