Pahlawan Tanpa Popularitas

Suatu kebanggaan bagi ESQ Leadership Center; sebagai sebuah lembaga swasta yang independent, netral, dan mandiri dengan core business pelatihan sumber daya manusia yang berfokus pada spiritualitas, dimana saat ini keberadaannya telah diakui tidak hanya di dalam negeri bahkan di manca negara. Di dalam negeri sendiri, berbagai instasi pemerintah dan lembaga pendidikan telah mengakui kualitas ESQ dengan memberikan penghargaan kepada ESQ Leadership Center melalui Dr. Ary Ginanjar Agustian.

Salah satu penghargaan telah diberikan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) kepada ESQ dalam kategori Pembina Karakter Personel POLRI. Acara penganugerahan itu sendiri dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden RI, Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Para Duta Besar Negara Tetangga, dan Para Tokoh Nasional. See detail here.

Penghargaan yang telah diterima oleh ESQ selama ini tidak lepas dari peran para alumni training ESQ yang dengan penuh keikhlasan berjuang bersama ESQ memperkenalkan nilai-nilai kebaikan kepada sekelilingnya. Termasuk dalam hal ini adalah penghargaan yang diterima oleh ESQ dari POLRI. Mungkin selama ini kita tidak menyadarinya, bahwa ada beberapa alumni yang luar biasa dan terus berjuang mengiringi ESQ untuk menciptakan Indonesia Emas 2020 di lingkungannya masing-masing.

Disini saya mencoba memperkenalkan para alumni yang luar biasa di wilayah Kepolisian yang bagi saya pribadi mereka adalah Para Pahlawan Tanpa Popularitas.

> Komisaris Besar Polisi Drs. Muh. Akmil (Saat ini menjabat sebagai Dir. Intel di POLDA Pekanbaru)
Di tahun 2006, selaku Pimpinan Polisi Negara (SPN) Sumatera Barat yang telah menjadi alumni ESQ beliau memperkenalkan ESQ kepada seluruh siswanya dan ini kemudian menjadi training perdana ESQ di lingkungan Kepolisian. Dengan berbagai kendala dan hambatan; mulai dari mendapatkan surat kaleng, teguran keras dari atasan, bahkan ancaman tidak berkembangannya karir telah beliau lalui dengan penuh keikhlasan. Bahkan ketika beliau dipindahkan ke Sekolah Staf dan Pimpinan POLRI (SESPIM POLRI), beliau terus berupaya memperkenalkan ESQ disana walau tidak ada jaminan akan mendongkrak karir beliau. Dan alhamdulillah, beliau berhasil membawa Irjen Pol. Drs. Dwi Purwanto (selaku Kepala SESPIM POLRI saat itu) untuk mengikuti training ESQ.

> Inspektur Jenderal (Purn) Drs. Dwi Purwanto (Mantan KASESPIM POLRI).
Seorang Jenderal Bintang Dua yang telah berhasil menjadikan training ESQ sebagai kurikulum wajib bagi para Siswa SESPIM dan SESPATI POLRI, yang luar biasanya disini adalah beliau ingin agar training ESQ terus dilanjutkan di SESPIM dan SESPATI POLRI walaupun beliau telah pensiun. Oleh karena itu dibuatlah sebuah Nota Kesepahaman (MoU) antara ESQ Leadership Center dan SESPIM POLRI tentang Sinergi Pengembangan Manusia Melalui Training ESQ di Lingkungan SESPIM POLRI yang berlaku 5 tahun sejak berhentinya beliau dari Jabatan KASESPIM POLRI. Tidak sedikit tekanan terhadap beliau dari atasan ataupun dari lingkungan karena penetapan ESQ sebagai kurikulum wajib di SESPIM dan SESPATI POLRI, namun ini tak menyurutkan semangat beliau. Selepas pensiun beliau bersama para alumni lain terus mengembangkan ESQ di jajaran Kepolisian hingga saat ini.

> Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Drs. R. Koenarto (saat ini sebagai Advisor ESQ dalam bidang Hukum)
Seorang Jenderal Bintang Satu yang mendapatkan hidayah melalui training ESQ dan menginginkan Total Action di ESQ, maka setelah pensiun beliau bergabung ke dalam struktur organisasi ESQ sebagai Advisor. Berbagai tawaran yang mengiurkan untuk menempati jabatan penting di berbagai perusahaan BUMN ditolak dengan sangat tegas oleh beliau. Melalui beliaulah lembaga Diklat Kepolisian berhasil ditembus dan kemudian melaksanakan training ESQ. Berbagai masukan dan saran telah beliau sumbangkan kepada ESQ sebagai solusi/jawaban atas berbagai persoalan dan permasalahan yang dihadapi oleh lembaga ESQ.

> AKP Chuswandari P., S.Sos
Seorang Polwan yang sangat rendah hati namun memiliki kekuatan dan pengaruh yang sangat besar di lingkungan Kepolisian. Keyakinan dan kepercayaannya yang sangat tinggi terhadap apa yang dilakukan ESQ membuatnya mampu menghantarkan ESQ kepada kepercayaan para petinggi POLRI. Dengan kesibukan yang luar biasa namun tetap berusaha meluangkan waktu untuk memperkenalkan ESQ dimanapun dan kapanpun.

> Brigadir Jenderal Polisi Drs. Djoko Susilo (saat ini menjabat Direktur Lalu Lintas BABINKAM POLRI)
Setelah mengikuti training ESQ dan mendapatkan hidayah dari Allah melalui training ini, maka beliau dengan pengaruh dan kekuasaannya kemudian mentrainingkan seluruh anggota kepolisian di lingkungan Lalu lintas secara bertahap pada setiap training ESQ kelas Eksekutif. Bantuan beliau sangat terasa salah satunya pada saat perayaan Hari Kebangkitan Nasional yang melibatkan lebih dari 50 ribu orang alumni. Beliau adalah salah satu contoh alumni yang berusaha melakukan perubahan mental anggota kepolisian khususnya di lingkungan lalu lintas melalui training ESQ.

> Inspektur Jenderal Polisi Drs. Boedhi Santoso Moestary (saat ini menjabat sebagai Gubernur Akademi Kepolisian)
Seorang Jenderal Bintang Dua yang sangat tawadhu, memimpin sebuah instansi pendidikan yang vital di kepolisian dengan penuh dedikasi. Tidak lama setelah menjadi alumni, beliau langsung membawa ESQ untuk diajarkan dan kemudian dijadikan kurikulum wajib di Akademi Kepolisian (AKPOL). Perkembangan ESQ di Semarang menjadi sangat pesat setelah beliau menjadikan AKPOL sebagai basis ESQ di Kota Semarang. Beliau berusaha untuk mewujudkan Indonesia Emas 2020 dengan mencetak kader/calon Perwira Polisi yang berkarakter 7 Budi Utama melalui training ESQ berkelanjutan di AKPOL, bahkan hal tersebut dilegalkan melalui penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui Training ESQ di lingkungan Akademi Kepolisian.

> Inspektur Jenderal Polisi Drs. Edy Soenarno (saat ini menjabat sebagai Deputi SDM, Mabes POLRI)
Seorang Jenderal Polisi Bintang Dua yang mendapatkan amanah sangat besar yaitu sebagai kepala di Divisi yang tugasnya membina sdm para anggota polisi. Dengan amanah tersebut beliau pergunakan untuk membentuk mental para anggota kepolisian dengan training ESQ. Hampir seluruh Perwira Tinggi bahkan hingga ke Perwira Menengah Kepolisian Republik Indonesia telah diikutsertakan pada berbagai kelas training hingga saat ini.

Mereka yang saya sebutkan diatas adalah para pahlawan dalam perbaikan moral bangsa, namun tidak ada popularitas atau hadiah bagi mereka. Tidak jarang pula hambatan menghadang, namun tidak sedikitpun mampu menggoyahkan keyakinan mereka akan terwujudnya Indonesia Emas. Mereka adalah pahlawan yang telah berjuang dengan Kekuatan, Lisan, serta Hati.

About windmill

Seorang hamba Allah SWT yang terus berusaha bersemangat dalam menjalani hidup. Suami yang berusaha untuk setia dan bertanggungjawab. Ayah yang berusaha menyayangi dan menjadi teladan.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s