Hempasan Angin Uji ESQ Menjelang Ramadhan

Assalamu’alaikum wr.wb.

Salam 165

Kurang lebih sebulan sudah ESQ diuji ketahanan dan keteguhannya dalam memperjuangkan dan menegakkan nilai-nilai moral untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Beberapa kelompok masa agama Islam telah melontarkan tuduhan sesat terhadap ESQ yang dipimpin oleh Ary Ginanjar Agustian dengan berdasarkan pada beberapa tulisan Ary Ginanjar di buku Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual. Atas dasar itu pula mereka tak segan-segan mempublikasikan dan menyebarluaskan sangkaan atau tuduhan sesat tersebut melalui berbagai media dan seminar.

Sejauh ini yang saya amati secara langsung, rata-rata dari keseluruhan alasan yang digunakan sebagai landasan untuk menyatakan sesat atas ESQ adalah hal-hal yang sebenarnya dapat diluruskan/dibenahi secara baik/kekeluargaan (karena bukan merupakan hal yang sangat mendasar atau prinsipal). Dalam kenyataannya dilapangan, beberapa kelompok tersebut mencoba memanfaatkan momentum dikeluarkannya fatwa sesat oleh Datuk Hj Wan Zahidi bin Wan Teh (satu dari 14 Mufti di Malaysia) atas ESQ hanya berlandaskan pada buku yang ditulis Ary Ginanjar tanpa melakukan cross check atas keseluruhan materi ESQ ataupun mengklarifikasi langsung kepada sang penulis. Memang tidak dipungkiri bahwa kenyataannya Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia tersebut sama sekali tidak pernah bertemu dan berbincang dengan Ary Ginanjar apalagi mengikuti training ESQ. Hal yang sama terjadi pula di Indonesia dimana kelompok masa yang mengatakan ESQ sesat hanya mengkaji dari buku ESQ tanpa pernah mengetahui ESQ dari sisi training maupun dari keseluruhan pergerakan ESQ itu sendiri.

Berikut adalah pendapat pribadi saya yang kurang pandai dalam ilmu agama namun menjadi pengamat yang prihatin atas kejadian ini :

  1. Hal-hal yang dijadikan alasan untuk menfatwakan ESQ sesat adalah hal-hal tidak benar, dan kemudian telah dijawab dan disanggah langsung oleh Ary Ginanjar melalui berbagai pertemuan dan media (baca : http://www.esqmagazine.com/nasional/2010/07/19/wawancara-ary-ginanjar-menjawab-dakwaan-salah-satu-mufti-malaysia.html )
  2. Beberapa kelompok agama di Indonesia kemudian menyuarakan sesatnya ESQ tanpa melalui sebuah mediasi baik-baik dengan pihak ESQ, sehingga yang ditonjolkan adalah ego sebagai “yang sangat faham ilmu agama” atau sebagai “lembaga yang mewakili umat Islam” bukan sebagai saudara yang mencoba mengingatkan saudaranya yang lain secara benar dan sabar.
  3. Wacana tersebut kemudian meluas pembahasannya karena adanya beberapa kelompok/pihak yang mencoba mengambil kesempatan atas kejadian ini, pihak tersebut mencoba “memancing di air keruh” dengan membuat suasana menjadi panas.
  4. Saya adalah saksi hidup bagaimana ESQ kemudian menjadi media atau sarana Allah SWT dalam mencurahkan hidayahnya, dimana saya melihat langsung bagaimana alumni ESQ kemudian berubah menuju ke arah kebaikan atau beberapa bersyahadat setelah menyaksikan ayat-ayat Allah SWT yang dibenarkan secara sains moderen melalui training ESQ. Saya fikir itu adalah hak Allah SWT untuk mencurahkan hidayahnya kepada siapapun dan melalui apapun, dan kita tidak berhak untuk mengatakan sesat kepada lembaga yang telah menjadi sarana/media bagi Allah SWT dalam mencurahkan hidayahnya.
  5. Semua pihak yang menyatakan ESQ sesat sama sekali tidak mengetahui tujuan dari ESQ dan bagaimana cara ESQ berjuang. Mereka cenderung mempermasalahkan hal-hal dari sudut pandang pemahaman agama mereka (berdasarkan kitab-kitab) tanpa memandang manfaat dan cita-cita besar perjuangan ESQ.
  6. Beberapa tokoh agama dan tokoh nasional memberikan dukungan terhadap ESQ dan itupun masih belum cukup bagi beberapa pihak/kelompok agama yang menyatakan sesat terhadap ESQ. Mereka tidak paham bahwa ternyata, mereka secara tidak langsung telah menyatakan sesat pula terhadap para tokoh yang mendukung ESQ.
  7. Memang pada kenyataannya tidak semua alumni mendapatkan manfaat dari training ESQ, ada sekitar 1-5% yang tidak mendapatkan apa-apa dari training tersebut. Hal ini adalah wajar karena ESQ adalah lembaga yang tidak dapat memberikan hidayah kepada manusia, dan pak Ary pun selalu mengatakan bahwa ESQ dan Ary Ginanjar tidak dapat memberikan hidayah, maka peserta training diminta untuk berdoa untuk menjemput hidayah Allah SWT. Perlu dipahami juga bahwa tidak ada satu pun lembaga atau manusia di dunia ini yang dapat memberikan hidayah kepada manusia lain, tapi setidaknya ESQ telah berbuat dan melakukan suatu perbuatan untuk perbaikan moral bangsa.

Demikianlah sekelumit pandangan saya terhadap permasalahan yang tengah dihadapi oleh ESQ, sebenarnya masih banyak lagi yang saya ingin sampaikan, namun saya takut kepada Allah SWT jika terlalu banyak bicara karena mulut ini sering berkata dusta atau menyakiti sesama. Kebenaran hanya milik Allah SWT dan kesalahan kata dan penulisan berasal dari saya pribadi.

Saya ingin mengundang kepada seluruh alumni untuk bersama dan menjadi bagian dari perjuangan mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2020, yaitu Indonesia yang dihormati bangsa-bangsa lain karena masyarakatnya berhati emas dengan memiliki karakter 7 Budi Utama (Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, dan Peduli).

Bagi sahabat yang ingin berbagi kisah dan pengalaman mengenai manfaat dari training ESQ silahkan kirimkan kisahmu ke negeri.emas@gmail.com

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Salam 165
Penulis

About windmill

Seorang hamba Allah SWT yang terus berusaha bersemangat dalam menjalani hidup. Suami yang berusaha untuk setia dan bertanggungjawab. Ayah yang berusaha menyayangi dan menjadi teladan.
This entry was posted in Teropong Negeri Emas and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s